Seperti kata seorang komedian Alan King, "Pernikahan merupakan cara
alami yang menghindarkan kita dari perkelahian dengan orang tak
dikenal."

Sekarang para psikolog menemukan bahwa gurauannya ternyata benar.
Mereka menemukan bahwa pernikahan berperan aktif membuat pria menjadi
orang baik-baik atau setidaknya mengurungkan niatnya untuk melakukan
perbuatan-perbuatan anti sosial.
Para psikolog di Michigan State University menemukan bahwa mereka
yang menikah cenderung kurang terlibat dalam insiden-insiden anti
sosial ketika berumur 29 tahun, seperti tingkah laku kriminal, menjadi
agresif dan mabuk-mabukan, ketimbang mereka yang masih membujang.
Namun, para akademisi membantah bahwa hal ini dikarenakan pria baik cenderung menjadi orang yang menikah.
Profesor S. Alexandra Burt menyimpulkan dalam tulisannya yang dikutip oleh Telegraph (07/12/10) bahwa para pria yang sudah menikah "pada mulanya bukan tidak anti sosial, dan ketika mereka menikah, mereka menjadi kurang anti sosial".
Para akademisi mengikuti para pria dari umur 17 tahun, ketika
kebanyakannya belum menikah, ke umur 29 tahun, di mana 60 persennya
sudah menikah.
Ryan King, profesor hukum dan kriminologi di Universitas Albany, New
York, dalam komentarnya tentang studi tersebut, berspekulasi bahwa para
pria yang telah menikah "akan banyak rugi" jika berperilaku tidak baik.
Dia mengatakan bahwa hal tersebut juga mengurangi jumlah waktu yang
diluangkan pria untuk kumpul bareng dengan kelompok yang lebih besar
yang cenderung membawa kepada perilaku anti sosial lebih banyak dari
waktu bersama istri dan anak-anak.
Kate Figes, pengarang buku hubungan manusia termasuk Couples and Life After Children, mengatakan komentar yang lebih simpatik.
Dia mengatakan, "Pernikahan, atau komitmen hubungan apa pun, adalah baik untuk kita. Hal tersebut mensosialisasikan kita.
"Dalam pernikahan, anda memiliki seseorang yang menemani anda dan
mengajari anda untuk menjadi lebih baik. Jika anda memiliki seseorang
yang mendukung anda melalui suka dan duka, kerapuhan anda akan
berkurang."
Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Archives of General Psychiatry.

