Tergantung pada lokasi geografis, bahasa, dan sudut pandang,
Skandinavia adalah istilah yang sering dipertukarkan, bahkan
membingungkan.
Secara geografis, istilah Skandinavia mengacu pada Semenanjung Skandinavia.
Semenanjung ini adalah wilayah paling utara benua Eropa, dengan daerah utara beriklim ekstrim hingga ke Kutub Utara.
Secara
geografis, Norwegia, Swedia, dan Finlandia, khususnya bagian utara
Finlandia, merupakan negara yang terletak di Semenanjung Skandinavia.
Warga negara-negara tersebut lantas disebut sebagai Skandinavian.
Laplander
atau orang-orang yang mendiami wilayah Arktik di Semenanjung
Skandinavia secara tradisional memelihata rusa kutub sebagai hewan
ternak.
Rusa kutub yang menjadi bagian integral dari legenda Santa Klaus, tokoh yang dipercaya hidup di kutub utara.
Itu
sebab, warga Skandinavia akan membantah klaim bahwa Santa Klaus adalah
orang Skandinavia karena Kutub Utara terpisah dari Semenanjung
Skandinavia oleh Laut Arktik.

Secara historis, bahasa juga menjadi faktor utama dalam menentukan bangsa-bangsa yang termasuk dalam Skandinavia.
Bahasa yang dianggap merupakan rumpun Skandinavia adalah bahasa Swedia, Norwegia, dan Denmark.
Bahasa
Finlandia, Kepulauan Faroe, dan Islandia kadang juga dimasukkan dalam
rumpun bahasa Skandinavia karena kesamaannya dengan bahasa yang telah
disebutkan sebelumnya.
Hampir setiap definisi umumnya menyepakati bahwa Norwegia, Swedia, dan Denmark adalah negara-negara Skandinavia.
Namun perbedaan mulai muncul ketika mencakup Finlandia, Islandia, dan/atau Kepulauan Faroe.
Sebagian orang tidak memasukkan wilayah tersebut dalam Skandinavia, sedangkan sebagian yang lain turut memasukkannya.
Perbedaan
ini antara lain dipicu pada fakta bahwa pada awal abad ke-20, kesamaan
politik, sosial, dan budaya antara Swedia, Norwegia, Denmark, Finlandia,
dan Islandia membuat negara-negara tersebut disebut sebagai “Nordic
welfare state.”
Itu sebab, istilah nordic dan skandinavia jadi sering dipertukarkan, meskipun keduanya tidak mengacu pada subyek yang sama.[]
Terkait

